Beranda
Seputar Publik / Nusantara

SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa Terapkan Program Sekolah Berbasis IT

Kepala SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa Arpan Marwazi Nasution, S.Pd dan Ibu guru sedang menerangkan materi dan cara penggunaan proyektor laptop berbasis IT.(SP1) Kepala SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa Arpan Marwazi Nasution, S.Pd dan Ibu guru sedang menerangkan materi dan cara penggunaan proyektor laptop berbasis IT.(SP1)

Seputarpublik, Palas – Pendidikan merupakan aspek penting dalam keberlanjutan sebuah negara. Semakin baik sistem pendidikan, maka semakin berkualitas generasi bangsa yang dihasilkan.

Apalagi, seiring pesatnya perkembangan informasi dan teknologi (IT) yang dianggap mampu membantu dunia pendidikan dalam mencetak generasi berkualitas.

Sadar akan hal itu, SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa, Desa Hapung, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) mulai menerapkan program sekolah berbasis IT (Informasi dan Tekhnologi). Hal ini dibuktikan dengan melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut kepada para siswa siswi disekolah itu yang baru dilaksanakan tahun ajaran ini.

Kepala SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa, Arpan Marwazi Nasution, S.Pd mengatakan, sekolah-sekolah negeri di luar, seperti di Pulau Jawa dan Dipulau Sumatera lainnya sudah menggunakan sistem berbasis IT.

“Kami (SMPN 2 Ulu Sosa Satu Atap, red) yang ada di Palas sebenarnya sudah mulai melaksanakan program seperti ini,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (04/05/2023).

Dia menerangkan, di Kabupaten Palas kita ini Sekolah kita mulai menerapkan dan menjalankan berbasis IT, memulainya terlebih dahulu.

“Seperti yang disampaikan Pengawas SMP dari Disdik Kabupaten Palas, Sekolah-sekolah SMP di Palas sudah seharusnya menerapkan program sekolah yang menggunakan sistem ujian berbasis IT,” terangnya.

Menurutnya, dalam mempersiapkan sekolah berbasis IT, pihaknya sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari, mulai dari anggaran, sampai dengan hal-hal kecil.

Dengan harapan kepala sekolah sebagai berikut:

1. untuk meningkatkan kinerja guru.

2. Meningkatkan semangat belajar hehadiran siswa.

3. Meningkatkan minat belajar siswa, dan.

4. Meningkatkan mutu pendidikan di SMP N 2 ULU SOSA SATU ATAP.

Kepala SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa, Arpan Marwazi Nasution, S.Pd, memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Bapak dan Ibu guru yang sudah berantusias untuk menggunakan proyektor sebagai media pembelajaran di sekolah oleh Sondang b. Malau, S. S., Nuelela Harahap, S. Pd., Lisna Yanti Lubis, S. Pd., Makmur Hasan NST, S. Pdi., Rosmai Syamsari HRP, S. Pd., Kimmi Handayani, S. Pd., Henni Fitriani Lubis, S. Pd., Uvit Mari Ati Ritonga, S. Pd, dan Drs Efendi Nst, Kata Kasek SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa, Arpan Marwazi Nasution, S.Pd.

Sementara itu, Bapak dan ibu guru SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa, mengatakan Ini sangat baik, mudah-mudahan bisa dicontoh sekolah lain di Kabupaten Palas” ujar Guru Sondang B Malau, S.S., dan diamini rekan guru guru lainnya.

Ia menjelaskan, program seperti ini sangat sejalan dengan program pemerintah, dan tentunya dengan program Disdik Kabupaten Palas juga, bahwa sekolah wajib melaksanakan pembelajaran berbasis digital.

“Memang tidak bisa dihindari masalah digital ini, karena sekarang semuanya sudah berbasis digital,” jelasnya.

Menurutnya, banyak keuntungan dalam pelaksanaan Program Berbasis IT ini, salah satunya nanti kita tidak harus mengkoreksi hasil jawaban siswa, karena sudah otomatis terkoreksi oleh sistem.

Terlepas dari itu, ditambahkan Ibu Nurlela Harahap. S pd mengaku, sistem yang digunakan oleh SMPN 2 Satu Atap Ulu Sosa ini dalam melaksanakan program sekolah berbasis IT ini sangat mirip dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), karena lisesinya sesuai dengan program didsdikbud palas

“Peserta didik yang sedang melaksanakan latihan program dan mengerjakan soal dalam sistem ini tidak bisa keluar untuk browsing mencari jawaban di internet, atau membuka aplikasi lain,” akunya.

Dia menuturkan, bagi siswa yang mengerjakan menggunakan Hp android, pesan whatsapp pun tidak akan masuk, karena sudah khusus.

“Jika listrik padam, maka pelatihan pengenalan program berbasis IT ini akan diundur, dan kami juga harus mempersiapkan penyimpanan cadangan, untuk berjaga-jaga saat nanti server error,” tuturnya. (*)