Metode pengambilan sampel digunakan adalah multistage random sampling, yang memungkinkan pemilihan responden secara acak namun terstruktur.
“Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka antara 25 September hingga 4 Oktober 2024,” ucapnya.
Mengenai survei ini, Pengamat Politik Nahdaltul Ulama Rikal Dikri menilai, secara keseluruhan, hasil survei memberikan gambaran awal yang kuat tentang posisi Tri Adhianto sebagai petahana.
“Tingkat elektabilitasnya yang mencapai 53,7% menunjukkan bahwa ia memiliki dukungan yang signifikan dari masyarakat, melampaui angka psikologis untuk seorang incumbent, yaitu di atas 50%,” kata Rikal.
Rikal menilai, tingginya elektabilitas ini juga menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat dengan tingkat kepuasan publik, yang rata-rata berada di atas 75%. Hal ini mencerminkan bahwa kinerja Tri Adhianto selama menjabat sangat diperhatikan dan dihargai oleh warga Kota Bekasi.
Seperti saat terjadi wabah Covid 19 Kota Bekasi menjadi Kota yang paling terbalik dalam menangani masalah Covid 19. Selain itu, ketika pemerintah Kota Bekasi menjadikan Stadion Patriot Chandrabaga sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19.
“Kota Bekasi pun meraih peringkat satu penanganan COVID-19 se-Jabar,” ujar Rikal.
Komentar