Kedua orang tua balita itu panik dan meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar. Mereka juga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam mencari balita tersebut. Akhirnya, balita tersebut ditemukan di dalam gorong-gorong sekitar 500 meter dari tempatnya terjatuh.
Setelah dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD NTB, dokter menyatakan bahwa balita tersebut sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya lebam di punggung, siku tangan sebelah kanan dan kiri (lebam mayat), pupil melebar, dan perut membengkak, yang diduga akibat tenggelam.
Kapolsek Sandubaya, Nasrullah menyatakan bahwa balita tersebut meninggal karena jatuh ke dalam aliran got yang cukup deras bagi balita berusia 1,5 tahun, dan ini disebabkan oleh kelalaian orang tua. Orang tua dan keluarga balita tersebut menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah.

Kapolsek Sandubaya juga mengimbau kepada masyarakat, terutama warga di wilayah hukumnya, agar selalu memperhatikan anak-anak dan keluarga yang masih di bawah umur. Ia mengingatkan untuk memastikan bahwa anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
(Team SP).
Komentar