"Dalam berorganisasi orientasinya tidak harus meminta bantuan, namun yang dilakukan DDII yakni membangun kemandirian. Tiap tahunnya kegiatan mulia ini dapat dilakukan dan memiliki nilai manfaat yang sangat besar bagi sekitar," ungkapnya.
Wali Kota berpesan, dalam memanfaatkan momentum Bulan Ramadan, masyarakat betul-betul bisa melaksanakan sunah dan amalan Ramadan sesuai dengan ajaran agama Islam, serta memaknai nilai-nilai yang terkandung didalamnya untuk di implementasikan baik di bulan ramadhan dan bulan lainnya.
Ditempat yang sama Wawali Abdul Harris Bobihoe mengajak umat Islam untuk menjadikan Bulan Ramadan sebagai kesempatan yang diisi dengan berbagai kegiatan positif sekaligus sebagai stimulus terhadap peningkatan ketaqwaan seseorang.
"Saya mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak banjir," ajaknya.
Sementara itu, Ketua DDII Kota Bekasi, KH Salimin Dani mengatakan, kegiatan santunan anak yatim dhuafa dan buka bersama sudah berjalan ditiap tahunnya.
Untuk santunan anak yatim pada tahun ini, sambung KH Salimin Dani, kurang lebih 1500 yatim, duafa dan Tuna netra, Jumlah tersebut berasal dari data DDII dan masyarakat sekitar yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa jadi keduanya mendapatkan santunan.
"Alhamdulillah ini menjadi agenda rutin dan mendapatkan dukungan penuh juga dari pemerintah,”tuturnya.
Diakhir sambutannya, KH Salimin Dhani mendoakan semoga dikepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto dan Wawali Harris Bobihoe dapat mewujudkan Kota Bekasi menjadi Kota yang nyaman dan mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera.
(*/AZ)
Komentar