Seputarpublik.com, JAKARTA — Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menegaskan langkah akseleratif menuju perguruan tinggi Islam berdaya saing global melalui pelantikan pejabat civitas akademika, jajaran rektorat, serta Direktur Korea Center UIA. Agenda strategis ini digelar di Kampus UIA, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Live, sehingga dapat diikuti oleh civitas akademika maupun masyarakat luas. Pelantikan dipimpin langsung Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM, serta dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Presiden Partai Keadilan Sejahtera KH Achmad Syaikhu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Dr. Ing. H. Fauzi Bowo yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi.
Dalam sambutannya, Rektor UIA menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan tata kelola dan kepemimpinan kampus.
“Amanah jabatan menuntut komitmen, profesionalisme, dan keteladanan. UIA harus terus bergerak maju dengan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi Islam di era global,” ujar Prof. Masduki.
Korea Center, Motor Internasionalisasi UIA
Salah satu momentum penting dalam agenda tersebut adalah pengangkatan Direktur Korea Center UIA. Lembaga ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kerja sama internasional dan penguatan jejaring akademik global.
Melalui Korea Center, UIA membuka peluang kolaborasi dengan berbagai universitas dan institusi pendidikan di Korea Selatan, sekaligus memperluas jejaring dengan mitra strategis di Singapura dan Taiwan. Program yang dikembangkan mencakup pendidikan, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa, hingga penguatan bahasa dan budaya.
Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdaus menegaskan, penguatan kerja sama internasional merupakan tonggak penting dalam agenda internasionalisasi UIA.
“Kemitraan dengan SeeMeSOL dari Singapura, Yuzhong Humas Resources dari Taiwan, serta penguatan Korea Center bukan hanya penting bagi UIA, tetapi juga menjadi jembatan ilmu dan budaya yang memberi manfaat luas bagi bangsa dan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UIA telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi Korea Selatan selama lebih dari satu dekade, di antaranya Daegu University dan Jeonbuk National University. Keberlanjutan kemitraan ini kini diperkuat melalui peran Korea Center sebagai penghubung program akademik dan penempatan mahasiswa.
“UIA ingin menjadi institusi unggul, terbuka terhadap kemajuan global, namun tetap berakar pada nilai Al-Sunnah wal Jamaah,” tegasnya.
Magang dan Koneksi Industri Global
Pada kesempatan yang sama, UIA juga menegaskan kerja sama pendidikan dan program magang internasional dengan mitra global, salah satunya SeeMeSOL, perusahaan teknologi asal Singapura yang berfokus pada penguatan employability lulusan berbasis platform digital.
Country Manager SeeMeSOL Indonesia, Nendy Pernandy, menjelaskan bahwa platform tersebut memungkinkan mahasiswa dan alumni UIA terhubung langsung dengan peluang magang dan kerja di berbagai negara, termasuk Singapura, Taiwan, hingga Uni Emirat Arab.
“Kami bermitra dengan kampus-kampus top seperti NUS dan NTU. Saat ini hampir 300 perguruan tinggi di Indonesia telah bergabung, dan UIA resmi menjadi bagian dari ekosistem ini,” ungkap Nendy.
Dalam kerja sama tersebut, SeeMeSOL juga memberikan dukungan pendanaan sebesar Rp50 juta per tahun dengan komitmen dua tahun, sehingga total dukungan mencapai Rp200 juta. Seluruh platform akan menggunakan identitas dan branding UIA.
Daftar Pejabat yang Dilantik
UIA melantik jajaran rektorat periode 2025–2030, yakni:
• Rahmat Adi Yulianto sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik
• Heri Sukanto sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan
• Misbah Fikrianto sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan
Selain itu, ditetapkan pula jajaran direktur lembaga dan sekretaris universitas periode 2026–2030:
• Marlisa Oktaviani (Direktur Lembaga Penjaminan Mutu)
• Damrah Mamang (Direktur Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum)
• Muladi Mugni (Direktur Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah)
• Ali Ansungun (Direktur Korea Center)
• Agus Sumarno (Direktur PENMARU)
• Kurnia Budhy Scorita (Sekretaris Universitas)
Dengan kepemimpinan baru dan penguatan jejaring global, UIA optimistis mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses mahasiswa ke industri internasional, serta mencetak sumber daya manusia unggul yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan siap bersaing di tingkat global. (*/hel)