Dalam pelaksanaannya, hibah tersebut difokuskan pada pengembangan kurikulum, pelatihan dosen, serta pendampingan pendidikan dan pengajaran bagi enam universitas di Asia Tenggara-tiga di Thailand (SWU, Naresuan University, dan ICO NIDA) serta tiga di Indonesia (UGM, UII, dan Universitas Trisakti).
Prof. Yolanda menjelaskan, melalui program ini, kurikulum sustainable development di FEB Usakti akan diakui secara internasional oleh universitas konsorsium dan dinilai oleh para profesional serta pakar eksternal dari India dan Malaysia.
Setelah tahap persiapan dan asesmen, kegiatan dilanjutkan dengan Steering Committee Meeting yang diselenggarakan di ICO NIDA, Bangkok, pada 10-12 November 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan FEB Usakti, yakni Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian (Dekan), Dr. Husna Leila Yusran (Wakil Dekan I), Prof. Dr. Asep Hermawan (Ketua Proyek), dan Dr. Medina Nilasari, MM (Sekretaris Prodi Magister Manajemen).
Pertemuan itu membahas koordinasi pelaporan pelaksanaan program, evaluasi kemajuan, serta pengukuran ketercapaian tujuan hibah Erasmus.
Hibah Erasmus dinilai memberikan manfaat besar bagi perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dalam pengembangan program magister baru yang terakreditasi, peningkatan kualitas kurikulum berkelanjutan, transfer knowledge dari universitas Eropa, serta perluasan jaringan internasional bagi dosen dan tenaga kependidikan.(red)
Komentar