Selanjutnya ia juga mengajak para mahasiswa Universitas Yarsi supaya belajar dari sosok penggerak di Jakarta. Untuk dapat berdampak di sekitar, tidak perlu melakukan hal yang rumit tapi dengan kepedulian yang diperluas dari lingkup rumah.
“Insya Allah dapat berdmpak bagi banyak orang. Ibarat titik akupuntur, satu titik ditekan, tapi menyembuhkan tubuh. Sedikit yang kita kerjakan akan berdampak untuk sekitar,” pungkasnya.
Ditemui ditempat yang sama, Rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D mengatakan, penghargaan pengabdian masyarakat diberikan kepada Fery Farhati selaku tokoh yang telah menyumbangkan ide cemerlang dalam mewujudkan membangun keluarga sejahtera sehingga menginspirasi banyak orang.
“Penghargaan pengabdian masyarakat baru yang pertama kali diberikan kepada Fery Farhati agar menjadi model bagi mahasiswa Universitas Yarsi, kader PKK dan insya Allah bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prof. Fasli Jalal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati yang juga hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Universitas Yarsi yang secara konsisten berkolaborasi dengan Pemprov DKI.
Universitas Yarsi serta pengurus TP PKK selaku co creator telah menjalankan fungsi dan tugas aktif yang bermanfaat bagi Pemprov DKI dan terutama bagi warga melalui berbagai aktivitas.
“Kami mendukung pemberian penghargaan pengabdian masyarakat yang dicanangkan oleh Universitas Yarsi kepada ketua TP PKK yang senantiasa berdaya guna dan berhasil dalam melaksanakan tugas dan sangat menginspirasi tidak hanya bagi masyarakat, tetapi jajaran Dinas PPAPP DKI Jakarta,” pungkas Tuty. (Hel)
Komentar