Beranda
Seputar Publik / Berita

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Minta Inspektorat Perkuat Pengawasan dan Cegah Masalah Sejak Dini

Dalam serah terima jabatan Irjen ATR/BPN, Ossy Dermawan berpesan agar pengawasan internal tidak hanya menemukan penyimpangan, tetapi juga memberikan peringatan dini serta mengawal program strategis pertanahan.
Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menghadiri serah terima jabatan dan pisah sambut Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan sistem peringatan dini untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menghadiri serah terima jabatan dan pisah sambut Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan sistem peringatan dini untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Seputarpublik.com || JAKARTA, – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan internal di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Pengawasan diharapkan tidak hanya berfokus pada penemuan permasalahan, tetapi juga mampu memberikan peringatan dini untuk mencegah potensi penyimpangan sejak awal.

Pesan tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri acara serah terima jabatan dan pisah sambut Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian ATR/BPN, Senin (2/11/2026), di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ossy menyampaikan pesan kepada Irjen ATR/BPN yang baru, Wahyu Widada, yang dilantik pada Kamis (29/10/2026), menggantikan Pudji Prasetijanto Hadi.

“Ke depan, tugas Inspektorat Jenderal (Itjen) adalah bagaimana memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), tidak hanya dalam menemukan permasalahan, tetapi juga memberikan early warning kepada jajaran Kementerian ATR/BPN apabila terdapat indikasi hal-hal yang tidak baik. Dengan begitu, potensi permasalahan dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujar Wamen Ossy.

Ia berharap, penguatan pengawasan internal juga diarahkan untuk mengawal pelaksanaan berbagai program strategis nasional Kementerian ATR/BPN. Program tersebut meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengadaan tanah untuk kepentingan umum, Reforma Agraria, serta penanganan konflik pertanahan.

Menurut Ossy, pengawasan perlu dilakukan secara efektif, baik terhadap program yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan. Identifikasi potensi persoalan sejak dini dinilai penting agar setiap permasalahan dapat dipahami secara menyeluruh.

“Saya pikir (pengawasan) ini dilakukan baik yang sudah kita kerjakan maupun yang akan kita kerjakan karena pengawasan perlu dilakukan secara efektif dengan mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini. Bagaimana kita bisa melihat persoalan tersebut secara menyeluruh, termasuk memahami kondisi yang dihadapi pegawai saat menjalankan tugas dan memastikan prosedur serta mekanisme tetap menjadi perhatian,” ungkap Wamen Ossy.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Ossy juga menyampaikan apresiasi kepada Pudji Prasetijanto Hadi atas kontribusi dan pengabdiannya selama kurang lebih satu setengah tahun di Kementerian ATR/BPN, baik ketika menjalankan tugas sebagai Sekretaris Jenderal maupun sebagai Inspektur Jenderal.

Salah satu capaian yang disoroti Ossy adalah konsistensi Inspektorat Jenderal dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dengan tingkat penyelesaian yang dapat dipertahankan di atas 90 persen.

Selain itu, ia mengapresiasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara mandiri di lingkungan Kementerian ATR/BPN dalam kurun waktu dua tahun.

“Selain itu, dalam kurun waktu dua tahun, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara mandiri di lingkungan Kementerian ATR/BPN oleh Pak Pudji. Capaian tersebut tentunya perlu dijaga dan dilanjutkan oleh Pak Wahyu karena dapat mendukung satuan kerja di tingkat pusat maupun daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tutur Wamen Ossy.

Estafet kepemimpinan di lingkungan Inspektorat Jenderal ATR/BPN ditandai dengan serah terima jabatan secara simbolis dari Pudji Prasetijanto Hadi kepada Wahyu Widada.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN.(Gamaliel.)*

*Sumber: Kementerian ATR/BPN