Seputar Publik / Berita

Wamendagri Akhmad Wiyagus Pimpin Upacara Pengukuhan Praja Pratama IPDN Angkatan XXXVI

Selaras dengan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata, lanjut Wiyagus, setiap praja dituntut untuk menjunjung tinggi kode kehormatan praja, menaati seluruh peraturan tata kehidupan praja, serta menegakkan disiplin. Praja dituntut untuk menghindari segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma, etika, dan ketentuan yang berlaku di lingkungan IPDN. Tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan.

“Saya menegaskan kepada setiap praja diwajibkan untuk menolak dan menjauhi segala bentuk tindakan kekerasan. Saya ulangi, saya menegaskan kepada setiap praja diwajibkan untuk menolak dan menjauhi segala bentuk tindakan kekerasan. Baik yang terjadi di dalam lingkungan kampus maupun di luar kampus,” tegasnya.

Selain itu, Wiyagus menekankan pentingnya peningkatan penguasaan teknologi informasi dan kemampuan bahasa asing agar para praja dapat meraih kesempatan studi lanjutan ke luar negeri melalui program yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Wiyagus juga memberikan apresiasi kepada Rektor IPDN beserta seluruh civitas academica yang telah berhasil mengembangkan sistem Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Ia berharap IPDN terus menyempurnakan sistem rekrutmen dengan menyesuaikan materi seleksi terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan tinggi kepamongprajaan.

“Serta tahapan seleksi calon praja yang lebih modern, efisien, dan efektif agar dapat menghasilkan sumber daya manusia peserta didik yang cerdas, sehat jasmani dan rohani serta memiliki integritas,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan bahwa jumlah Praja Pratama IPDN Angkatan XXXVI yang dikukuhkan tahun ini sebanyak 1.058 orang, terdiri atas 745 praja putra dan 313 praja putri. Mereka terbagi dalam tiga fakultas, yaitu Fakultas Politik Pemerintahan sebanyak 318 praja, Fakultas Manajemen Pemerintahan sejumlah 424 praja, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat sebanyak 316 praja.

“Sebelumnya proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan yang panjang, mulai dari administrasi, seleksi kompetensi dasar, seleksi kesehatan, seleksi psikotes, seleksi kesamaptaan. Mereka telah lolos bersaing dengan 31.321 orang calon, kompetisi sangat ketat,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Tulis Komentar

Komentar