“IPDN bertujuan menyiapkan kader pemerintahan dalam negeri sebagai Aparatur Sipil Negara, ASN, yang memiliki kompetensi, spesifikasi, dan kualifikasi di bidang ilmu pemerintahan, serta keterampilan teknis pemerintahan terapan yang mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wiyagus menekankan pentingnya penguatan dan pengembangan IPDN sebagaimana cita-cita luhur Presiden Soekarno saat mendirikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada tahun 1956, yang kini bertransformasi menjadi IPDN. Selama menempuh pendidikan, para praja akan dibekali dengan nilai-nilai Asta Brata yang menjadi dasar dan semangat pengabdian. Pada momentum tersebut, Mendagri Tito juga memberikan nama bagi Angkatan XXXVI sebagai bentuk doa dan harapan atas semangat pengabdian para praja.
“Saya beri nama angkatan ke-36 ini sebagai Harsha Ksatrya, yang artinya kesatria yang gembira atau pelindung kebahagiaan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Kuasa senantiasa meridai usaha dan kerja keras kita untuk memajukan IPDN, Kementerian Dalam Negeri, serta bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.
Komentar