Pada kesempatan yang sama, Bima turut mengapresiasi capaian makroekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai cukup solid. Ia menyebut, capaian tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung percepatan pembangunan nasional.
Ia memaparkan, angka inflasi Sumsel secara year on year per 1 April 2026 berada di angka 3,09 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di bawah rata-rata nasional.
“Kapasitas fiskal Sumsel juga masuk kategori kuat, di mana Pendapatan Asli Daerah lebih besar daripada transfer pusat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya perubahan paradigma birokrasi melalui konsep statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola negara secara efektif. Ia mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumsel untuk bekerja secara andal, terampil, dan adaptif dalam memanfaatkan momentum bonus demografi menuju 2045.
“Momentum bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan baik agar kita bisa keluar dari jebakan kelas menengah (middle-income trap),” pungkasnya.(red)*
Komentar