"Agar berkembang, setiap PKBM harus senantiasa berkoordinasi dengan Dindikbud Kota Serang maupun Kemendikbud. Karena bagaimanapun, anggaran pendidikan kesetaraan ini dibantu oleh pemerintah pusat," ujarnya.
Selain mendapatkan pembelajaran akademik, para lulusan pendidikan kesetaraan juga dibekali berbagai keterampilan hidup (life skill) sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga membuka peluang bagi siswa-siswi PKBM untuk mengembangkan potensi di sektor industri kreatif. Salah satunya melalui kerja sama dengan Sanggar Film Anak Serang (FANS) dalam produksi film pendek.

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh PKBM Ummatan Wasathon, Kecamatan Kasemen, dan PKBM Insan Madani, Kecamatan Taktakan. Kedua lembaga tersebut sukses meraih penghargaan pada Festival Film Banten (FFBan).
Melalui film pendek berjudul Titik Balik, mereka meraih penghargaan Sutradara Terbaik pada FFBan 2024. Sementara pada FFBan 2025, film pendek bertema pendekar pencak silat berjudul Lelaki berhasil meraih penghargaan Skenario Terbaik.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan dan bekerja, tetapi juga mampu melahirkan generasi kreatif yang berprestasi serta berdaya saing di berbagai bidang, termasuk industri perfilman dan ekonomi kreatif. (Red)*
Komentar