Sebelumnya, militer Pakistan pada Rabu pekan lalu (12/7) menyatakan bahwa 12 anggotanya meninggal dalam dua serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok militan di Provinsi Balochistan.
Sementara itu, tujuh militan tewas dalam baku tembak yang terjadi dalam kedua penyerangan tersebut.
Tehreek-e-Jihad Pakistan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pada Jumat (14/7), tentara Pakistan menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa para militan tersebut telah menemukan tempat berlindung yang aman di Afghanistan dan mereka pun mengancam akan mengambil “tindakan efektif” atas tewasnya 12 personel tersebut.
Para militan yang berusaha menggulingkan pemerintah Pakistan itu telah meningkatkan serangan mereka sejak mengakhiri perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah pada akhir 2022.
Salah satunya adalah dengan mengebom sebuah masjid di Peshawar yang menewaskan lebih dari 100 orang pada Januari 2023.
Komentar