Seputar Publik / Berita

Mendagri Tito Karnavian Hadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Presiden Prabowo Tekankan Stabilitas Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Didampingi Tiga Wamendagri dan Pejabat Eselon I, Kemendagri Ikut Konsolidasi Nasional Bersama Kabinet Merah Putih untuk Evaluasi Kinerja Pemerintahan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama tiga Wakil Mendagri menghadiri rapat kerja pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi nasional menghadapi tantangan global. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama tiga Wakil Mendagri menghadiri rapat kerja pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi nasional menghadapi tantangan global.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghadiri Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). Rapat tersebut menjadi forum penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memperkuat konsolidasi nasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Mendagri hadir bersama tiga Wakil Menteri Dalam Negeri, yakni Ribka Haluk, Bima Arya Sugiarto, dan Akhmad Wiyagus, serta didampingi seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Rapat kerja tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, para pejabat eselon I kementerian dan lembaga, serta direktur utama dari berbagai Badan Usaha Milik Negara. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program pembangunan nasional.

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah dalam menjaga arah pembangunan nasional, khususnya di tengah kondisi dunia yang diliputi ketidakpastian geopolitik, konflik, dan tekanan ekonomi global.

Tulis Komentar

Komentar