“Saya meminta seluruh kader bersatu, menyampingkan, dan menolak dengan tegas tindakan kontra produktif, seperti wacana munaslub (musyawarah nasional luar biasa),” kata dia.
Dikatakan Aburizal, hiruk pikuk permintaan munaslub yang disampaikan beberapa kader adalah langkah kontra produktif yang bertujuan melemahkan Partai Golkar untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang.
“Saya mengimbau kepada seluruh kader Golkar bersatu dan merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto untuk menyukseskan tugas-tugas pemerintahan sampai 2024 dan melakukan konsolidasi partai di segala lini untuk memenangkan pemilu legislatif dan presiden,” katanya.
Ia mengimbau semua kader untuk menyiapkan diri menerapkan kerja politik yang berkesinambungan, terstruktur, dan sistematis dalam merealisasikan target kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024.
Di sisi lain, Aburizal menyarankan agar Airlangga Hartarto, sebagai mandataris Munas Partai Golkar 2019, terus melanjutkan komunikasi dan lobi dengan para pimpinan partai politik lainnya.
Hal itu, kata Aburizal, sebagai ikhtiar untuk merealisasikan amanat munas berkenaan dengan pencalonan presiden dan atau wakil presiden dengan tetap mengutamakan kepentingan partai.
Ia menyambut baik kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ke kediaman Airlangga pada Kamis (27/7/2023).
“Saya menyambut baik kunjungan silaturahim PDIP di bawah pimpinan Puan Maharani dan berharap agar sambutan hangat Ketua Umum Airlangga berupa seikat ‘bunga kuning merah’ dapat berlanjut ke tingkat yang lebih riil dalam membangun Indonesia yang sejahtera, berkeadilan, dan aman,” pungkas Aburizal Bakrie.
Selain itu, Aburizal menyampaikan apresiasi atas pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan tidak ikut campur dengan urusan atau dinamika internal Partai Golkar.
“Presiden sangat menghormati dan memahami mekanisme organisasi Partai Golkar, khususnya terkait pergantian kepemimpinan,” ujar dia.
Komentar