AMKI sendiri berdiri pada 2025 sebagai respons atas dinamika industri media berbasis teknologi. Dalam kurun waktu satu tahun, organisasi ini telah menjalankan sedikitnya 33 program, dengan AMKI Kartini Award menjadi program ke-33.
“Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi penentu arah masa depan ekosistem informasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Tundra.
Acara penganugerahan juga dimeriahkan dengan alunan musik bambu dari grup Pinkan Kolintang. Sementara itu, logo AMKI Kartini Award yang menampilkan potret Kartini bernuansa emas dimaknai sebagai simbol keberanian berpikir maju, keunggulan, serta nilai luhur bagi generasi berikutnya.
Pada penyelenggaraan perdana yang didukung sejumlah mitra strategis, AMKI menetapkan sembilan kategori penghargaan, mulai dari Kepemimpinan Nasional hingga Lifetime Achievement. Dari kategori tersebut, terpilih 11 perempuan inspiratif yang dinilai memiliki kontribusi nyata di tingkat nasional maupun daerah.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, yang mewakili Menteri P3A Arifatul Chori Fauzi, membuka acara dan menilai para penerima penghargaan sebagai representasi “Kartini masa kini” yang mampu menghadirkan perubahan nyata.
“Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan moral dan sosial yang menginspirasi semakin banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan memimpin perubahan,” ujarnya.
Melalui ajang ini, AMKI menegaskan bahwa penguatan peran perempuan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berdaya saing di era digital.(Red)*
Komentar