"Ya meski kami duduk satu meja ngopi bareng dengan rasa kopi yang berbeda.Tapi di acara ini kami bersatu dengan cita-cita dan tujuan yang sama yakni, ingin punya monumen sejarah Sasak Kapuk diabadikan ditempat ini," ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi.
Menurut Arif, keinginan dirinya bersama teman-teman selaku murid-murid Allohyarham KH. Noer Alie adalah berdirinya monumen sejarah di Sasak Kapuk ini untuk menjelaskan bahwa ada peristiwa sejarah besar ditempat ini yang selama terlupakan.
"Jadi dari awal menjadi anggota dewan saya sudah bersuara lantang di sidang paripurna agar sejarah perjuangan KH. Noer Ali diabadikan. Yang sudah terealisasi adalah penayangan film tragedi pertempuran Sasak Kapuk di sidang paripurna memperingati HUT Kemerdekaan RI," jelas Arif.
Alhamdulillah sampai sekarang film itu selalu ditayangkan dalam sidang paripurna HUT Kemerdekaan RI. Tinggal satu cita-cita kami adanya monumen sejarah di Sasak Kapuk ini sebagai bukti bahwa masyarakat kota bekasi ikut andil dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan untuk kita ajarkan kepada anak cucu kita, ujarnya lagi menambahkan.
Arif pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi, terlepas dari suku manapun, dibesarkan dari suku apapun dan berbeda pandangan politik ketika tinggal di Bekasi adalah warga bekasi yang mempunyai cita-cita dan pandangan yang sama membangun dan menjaga sejarah Bekasi.
(AZ)
Komentar