Padahal, petugas puskesmas telah beberapa kali mendatangi kediaman keluarga untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan.
"Semoga segera ditangani pengobatannya, jangan ditunda-tunda agar kondisinya cepat membaik," ujar istri Ketua RT 05 saat mengunjungi rumah keluarga Khanza.
Selain persoalan kesehatan, keluarga Khanza diketahui tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi yang dinilai kurang mendukung proses pemulihan balita tersebut.
Sebagai bentuk bantuan awal, YPDBim menyerahkan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan memasak berupa kompor gas dan tabung gas ukuran 3 kilogram.
Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Yayasan Pengembangan Dhuafa Insan Mubarok, Ari Susanti, S.E., kepada ibu Khanza, Nurdiana Putri, dan disaksikan oleh pengurus RT serta relawan PKS Jakarta Barat.
Ari Susanti mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, khususnya dalam mencukupi asupan gizi Khanza selama menjalani proses pemulihan.
"Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi Khanza sehingga kondisinya segera membaik dan kembali sehat," ujarnya.
Ia juga berharap kepedulian terhadap Khanza tidak berhenti pada bantuan awal tersebut. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait, agar Khanza memperoleh pendampingan kesehatan, pengobatan TBC secara berkelanjutan, serta pemenuhan gizi yang memadai.
Dengan penanganan medis yang tepat dan dukungan lintas sektor, Khanza diharapkan dapat mengejar tumbuh kembang sesuai usianya dan memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat.
Sementara itu, keluarga Khanza menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu proses pengobatan dan pemulihan kesehatan Khanza sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. (mj/hel)*
Komentar