Beranda
Seputar Publik / Berita

Balita 1 Tahun di Jakarta Barat Alami Gizi Buruk dan TBC, YPDBim-PKS Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Khanza Malika, balita berusia 1 tahun 7 bulan di Kembangan Utara, mendapat bantuan pangan dan perlengkapan kebutuhan rumah tangga. YPDBim berharap ada kolaborasi lintas pihak untuk mendukung pemenuhan gizi dan pendampingan pengobatan.
Seorang balita berusia 1 tahun 7 bulan di Jakarta Barat yang mengalami gizi buruk dan TBC menerima bantuan kemanusiaan dari YPDBim bersama relawan PKS. Diharapkan penanganan medis dan pemenuhan gizi dapat terus didukung secara berkelanjutan. Seorang balita berusia 1 tahun 7 bulan di Jakarta Barat yang mengalami gizi buruk dan TBC menerima bantuan kemanusiaan dari YPDBim bersama relawan PKS. Diharapkan penanganan medis dan pemenuhan gizi dapat terus didukung secara berkelanjutan.

Seputarpublik.com || JAKARTA BARAT – Seorang balita berusia 1 tahun 7 bulan, Khanza Malika, yang tinggal di Kampung Basmol, Gang Kenangan, RT 05 RW 06, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, mengalami kondisi gizi buruk dan telah dinyatakan positif tuberkulosis (TBC). Kondisi tersebut mendorong Yayasan Pengembangan Dhuafa Insan Mubarok (YPDBim) bersama relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga Khanza pada Kamis (2/7/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan balita sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Khanza merupakan putri pasangan Syaiful Subehi (47) dan Nurdiana Putri (27). Berdasarkan keterangan keluarga, gangguan gizi yang dialami Khanza telah terjadi sejak masih bayi.

Belakangan, hasil pemeriksaan tes Mantoux di puskesmas setempat menunjukkan Khanza positif TBC. Hingga saat ini, balita tersebut disebut belum menjalani pengobatan secara rutin dan intensif.

Menurut pengurus RT setempat, keterlambatan penanganan dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pengobatan serta minimnya interaksi keluarga dengan lingkungan sekitar.

Padahal, petugas puskesmas telah beberapa kali mendatangi kediaman keluarga untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan.

"Semoga segera ditangani pengobatannya, jangan ditunda-tunda agar kondisinya cepat membaik," ujar istri Ketua RT 05 saat mengunjungi rumah keluarga Khanza.

Selain persoalan kesehatan, keluarga Khanza diketahui tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi yang dinilai kurang mendukung proses pemulihan balita tersebut.

Sebagai bentuk bantuan awal, YPDBim menyerahkan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan memasak berupa kompor gas dan tabung gas ukuran 3 kilogram.

Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Yayasan Pengembangan Dhuafa Insan Mubarok, Ari Susanti, S.E., kepada ibu Khanza, Nurdiana Putri, dan disaksikan oleh pengurus RT serta relawan PKS Jakarta Barat.

Ari Susanti mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, khususnya dalam mencukupi asupan gizi Khanza selama menjalani proses pemulihan.

"Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi Khanza sehingga kondisinya segera membaik dan kembali sehat," ujarnya.

Ia juga berharap kepedulian terhadap Khanza tidak berhenti pada bantuan awal tersebut. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait, agar Khanza memperoleh pendampingan kesehatan, pengobatan TBC secara berkelanjutan, serta pemenuhan gizi yang memadai.

Dengan penanganan medis yang tepat dan dukungan lintas sektor, Khanza diharapkan dapat mengejar tumbuh kembang sesuai usianya dan memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Sementara itu, keluarga Khanza menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu proses pengobatan dan pemulihan kesehatan Khanza sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. (mj/hel)*