Ia mengatakan dalam mendukung aspek keselamatan dan keamanan Bandara Kertajati diperkuat enam kendaraan airport rescue & fire fighting (ARFF), mesin X-ray, explosive detector, walk through metal detector (WMTD), hand held metal detector (HHMD), dan fasilitas lainnya.
Bandara Kertajati dilengkapi runway 3.000×60 meter guna mendukung operasional hingga pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Boeing 777-300 Extended Range yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak jauh (long haul) termasuk dalam penerbangan haji dan umrah.
“AP II juga akan bersinergi dengan seluruh stakeholder khususnya maskapai, imigrasi, bea cukai, karantina serta TNI dan Polri untuk memastikan kelancaran penerbangan internasional untuk umrah, haji serta reguler,” ujar Awaluddin.
Sementara, Direktur Operasi AP II Muhamad Wasid mengatakan terminal penumpang Bandara Kertajati dapat menampung hingga 5,8 juta penumpang/tahun.
“Kapasitas terminal sangat mencukupi untuk mengakomodir penerbangan dengan pesawat wide body yang untuk satu kali penerbangan dapat mengangkut sekitar 300 penumpang. Konter check-in dan boarding lounge sangat memadai untuk melayani penerbangan wide body maupun pesawat berbadan sedang (narrow body),” ucapnya.
AP II juga akan berkoordinasi dengan operator transportasi darat dalam memberikan pilihan moda di Bandara Kertajati, termasuk dari dan menuju Bandung. Sebelumnya, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan beroperasi secara penuh sepanjang 65 kilometer (km) pada akhir Mei 2023 untuk memperkuat aksesibilitas dari Bandung menuju Bandara Kertajati dan sebaliknya.
Komentar