Beranda
Seputar Publik / Berita

BGN Bidik 33.000 Dapur Makan Bergizi Gratis di 2026, Anggaran Disiapkan Rp335 Triliun

Program MBG menyasar 82,9 juta penerima manfaat, dari kawasan aglomerasi hingga wilayah 3T
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan target pembangunan 33.000 dapur Makan Bergizi Gratis pada 2026 dengan dukungan anggaran Rp335 triliun. Selasa, (20/1/2026). Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan target pembangunan 33.000 dapur Makan Bergizi Gratis pada 2026 dengan dukungan anggaran Rp335 triliun. Selasa, (20/1/2026).

Seputarpublik.com, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menargetkan pembangunan 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Pembangunan tersebut dilakukan secara masif dan merata, baik di kawasan aglomerasi maupun wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dadan merinci, dari total target tersebut, sebanyak 27.000 SPPG akan dibangun di kawasan aglomerasi, sementara 8.558 dapur diprioritaskan untuk daerah terpencil.

> “Target kami di 2026 ada minimal 27.000 SPPG di aglomerasi, ditambah 8.558 di daerah terpencil. Jadi total sekitar 33.000 SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Pembangunan dapur MBG ini ditujukan untuk memenuhi target penerima manfaat program yang mencapai 82,9 juta orang di seluruh Indonesia. Selain peserta didik, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Namun demikian, Dadan mengakui masih terdapat tantangan dalam pemutakhiran data penerima manfaat. Ia menyebut, hingga saat ini masih banyak lembaga pendidikan, termasuk pesantren, yang belum terdata secara menyeluruh dalam basis data pemerintah.

> “Setelah dicek lebih detail, masih banyak pesantren yang belum terdata di Kementerian Agama. Tahun ini juga terdapat tambahan guru dan tenaga kependidikan yang harus kita perhitungkan,” jelasnya.

Selain itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita juga masih banyak yang belum tercatat dalam data kependudukan. Karena itu, BGN akan melakukan verifikasi dan pengecekan data secara menyeluruh agar seluruh sasaran benar-benar menerima manfaat.

> “Kita akan pastikan saat intervensi dilakukan, tidak ada satu pun masyarakat yang mengatakan belum menerima. Semua harus tepat sasaran,” tegas Dadan.

Untuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp335 triliun pada tahun 2026. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan anggaran MBG tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp71 triliun.

Pemerintah optimistis, dengan dukungan anggaran besar serta pembangunan infrastruktur gizi yang masif dan terukur, Program Makan Bergizi Gratis mampu berjalan lebih merata dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi serta sumber daya manusia Indonesia. (*/hel)