Beranda
Seputar Publik / Berita

Cegah Stunting di Jakarta Utara, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Edukasi Ibu Hamil hingga Balita

Peringati 11 Tahun Gerai Sehat Rorotan, kolaborasi PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa menghadirkan edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang anak di Rusun Rorotan.
PTTEP Indonesia bersama Dompet Dhuafa menggelar edukasi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil serta balita dalam rangka memperingati 11 tahun Gerai Sehat Rorotan di Rusun Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026). PTTEP Indonesia bersama Dompet Dhuafa menggelar edukasi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil serta balita dalam rangka memperingati 11 tahun Gerai Sehat Rorotan di Rusun Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Seputarpublik.com || JAKARTA UTARA – Upaya pencegahan stunting di kawasan permukiman padat terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Memperingati Hari Puncak Ulang Tahun ke-11 Gerai Sehat Rorotan (GSR), PTTEP Indonesia bersama Dompet Dhuafa menggelar edukasi gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil serta balita di Rusun Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "A Great Generation Without Stunting, Yes We Can" tersebut menyasar ratusan warga. Peserta terdiri atas ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader Posyandu, hingga anak-anak PAUD dan TK.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T.; Plh. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Arif Wahyudy, M.K.M.; Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Utara, Surhayanti; serta General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam.

Sinergi Lintas Sektor Dukung Ketahanan Pangan

Pemerintah menyambut baik inisiatif kolaborasi yang dilakukan di tingkat masyarakat tersebut.

Dr. Ir. Sugeng Santoso menilai sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa berpotensi menjadikan Rorotan sebagai salah satu model percontohan dalam upaya pencegahan stunting yang dapat diterapkan di wilayah lain.

"Ke depan, pendekatan kolaboratif seperti ini akan terus diperkuat untuk mendukung pencapaian target Indeks Ketahanan Pangan sebesar 82,33 pada tahun 2029. Melalui penguatan pangan lokal dan pemanfaatan pangan yang aman serta bergizi, diharapkan ketahanan pangan masyarakat semakin kuat sekaligus mendukung lahirnya generasi bebas stunting," ujar Sugeng dalam keterangannya.

Edukasi Gizi Dimulai Sejak Masa Kehamilan


Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya intervensi gizi yang dimulai sejak masa kehamilan.

Sesi edukasi yang dipandu Ahli Gizi, Melliana Eka, S.Tr.Gz., membahas pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang bagi ibu hamil sebagai salah satu fondasi tumbuh kembang anak.

Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan kompetisi memasak menu bergizi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para ibu dalam menyajikan makanan sehat yang disukai anak.

Sementara itu, anak-anak PAUD dan TK turut berpartisipasi dalam lomba mewarnai sebagai salah satu sarana edukasi mengenai pentingnya gizi sejak usia dini.

Nurul Hidayah (36), warga Rusun Rorotan, mengaku mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan membantunya memahami upaya pencegahan stunting sekaligus cara menyiapkan makanan bergizi bagi anak di tengah keterbatasan ruang di lingkungan permukiman padat.

"Saya jadi lebih paham tentang stunting dan belajar membuat menu makanan sehat yang disukai anak-anak. Semoga ilmu yang saya dapat bisa diterapkan di rumah agar anak saya memperoleh gizi yang seimbang," ujar Nurul.

Gerai Sehat Rorotan Hadirkan Layanan Kesehatan

Sebagai fasilitas kesehatan yang telah melayani masyarakat selama 11 tahun, Gerai Sehat Rorotan secara rutin menyediakan layanan promotif dan preventif.

Dalam kegiatan tersebut, GSR menyediakan pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta skrining kesehatan berupa pemeriksaan Glucose, Cholesterol, and Uric Acid (GCU) bagi ibu hamil.

General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam, menyatakan bahwa pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi bangsa.

"Kami berharap para orang tua memperoleh pengetahuan dan inspirasi untuk menerapkan pola makan bergizi di rumah. Bersama Dompet Dhuafa dan para mitra, kami akan terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat," ujar Grinchai.

Kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yakni memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua.

PTTEP Indonesia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, secara konsisten menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah operasinya. Program tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat, upaya edukasi serta pencegahan stunting diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya melalui peningkatan pemahaman mengenai gizi dan kesehatan ibu serta anak.(Red)*