Seputar Publik / Opini

Cerpen AI Masuki Babak Baru Sastra Indonesia, Eksperimen Maspril Aries Buka Perdebatan soal Kreativitas

Catatan Hendry Ch Bangun (FWK)
Buku kumpulan cerpen berbasis Artificial Intelligence (AI) karya Maspril Aries, “Perempuan di Tengah Labirin Mal”, menjadi salah satu eksperimen baru dalam perkembangan sastra Indonesia. Buku kumpulan cerpen berbasis Artificial Intelligence (AI) karya Maspril Aries, “Perempuan di Tengah Labirin Mal”, menjadi salah satu eksperimen baru dalam perkembangan sastra Indonesia.

Ada pula cerita mengenai hubungan antarmanusia, seperti Jatuh Cinta di Toko Buku, Seharfiah Itu, Obituari yang Tidak Pernah Ditulis, dan Perempuan di Tengah Labirin Mal.

Selain itu, terdapat cerpen bernada kritik sosial yang menurut saya memperlihatkan karakter Maspril Aries sebagai seorang wartawan yang selama puluhan tahun bergelut dengan dunia jurnalistik dan hingga kini masih mengelola media.

Sebagai wartawan, sikap kritis terhadap keadaan masyarakat maupun penyelenggaraan negara memang menjadi bagian dari profesinya. Nuansa tersebut antara lain terasa dalam cerpen Udara yang Kita Pilih, Perempuan yang Menyalakan Lampu di Jalan Sunyi, Bayang-Bayang di Tepian Sungai Musi, dan Ada Gentong Babi di Pilkada Kota Sumber Rezeki.

Ketika Cerpen AI Terasa Seperti Karya Manusia

Kalau tidak disebutkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merupakan karya berbasis AI, pembaca awam mungkin tidak mengetahui bahwa sebagian kalimat, dialog, percakapan, maupun deskripsinya dihasilkan dengan bantuan aplikasi digital.

Tulis Komentar

Komentar