Seputar Publik / Berita

Dailami Firdaus Minta Abang None Jakarta Dievaluasi, Tekankan Nilai Agama, Adab dan Adat Betawi

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta itu menilai Abang None bukan sekadar ajang pemilihan figur, tetapi juga ruang untuk menjaga dan memperkenalkan jati diri serta nilai budaya Betawi.
Dailami Firdaus meminta konsep penyelenggaraan Abang None Jakarta dievaluasi agar representasi budaya Betawi tidak berhenti pada simbol, tetapi tetap berakar pada nilai Agama, Adab dan Adat. Dailami Firdaus meminta konsep penyelenggaraan Abang None Jakarta dievaluasi agar representasi budaya Betawi tidak berhenti pada simbol, tetapi tetap berakar pada nilai Agama, Adab dan Adat.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Penyelenggaraan Abang None Jakarta 2026 mendapat perhatian dari Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus anggota Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus.

Dailami menilai, penyelenggaraan Abang None Jakarta tidak semata-mata berkaitan dengan pemilihan figur yang menjadi representasi Jakarta. Menurutnya, ajang tersebut juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus memperkenalkan jati diri dan nilai-nilai budaya Betawi.

Menurut Dailami, ketika nama dan budaya Betawi dibawa dalam sebuah kegiatan, identitas Betawi perlu dihormati secara utuh. Budaya Betawi, kata dia, tidak cukup hanya ditampilkan melalui pakaian, kesenian maupun simbol-simbol budaya.

«“Kalau kita membawa nama dan budaya Betawi, maka jati diri Betawi harus dihormati secara utuh. Jangan Betawi hanya ditampilkan melalui pakaian, kesenian, atau simbol-simbolnya, sementara nilai yang menjadi ruhnya justru ditinggalkan,” ujar Dailami.»

Tulis Komentar

Komentar