Seputar Publik / Berita

Dailami Firdaus Minta Abang None Jakarta Dievaluasi, Tekankan Nilai Agama, Adab dan Adat Betawi

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta itu menilai Abang None bukan sekadar ajang pemilihan figur, tetapi juga ruang untuk menjaga dan memperkenalkan jati diri serta nilai budaya Betawi.
Dailami Firdaus meminta konsep penyelenggaraan Abang None Jakarta dievaluasi agar representasi budaya Betawi tidak berhenti pada simbol, tetapi tetap berakar pada nilai Agama, Adab dan Adat. Dailami Firdaus meminta konsep penyelenggaraan Abang None Jakarta dievaluasi agar representasi budaya Betawi tidak berhenti pada simbol, tetapi tetap berakar pada nilai Agama, Adab dan Adat.

Ia menjelaskan, sejak dahulu kehidupan masyarakat Betawi bertumpu pada tiga pilar yang saling berkaitan, yakni Agama, Adab, dan Adat. Ketiga unsur tersebut, menurutnya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Betawi.

«“Betawi sejak dahulu bertumpu pada tiga pilar: Agama, Adab, dan Adat. Ketiganya tidak bisa dipisahkan,” katanya.»

Minta Konsep Abang None Dievaluasi

Dailami juga menyampaikan bahwa dirinya memahami kegelisahan yang muncul di tengah masyarakat dan sejumlah tokoh Betawi terkait penyelenggaraan Abang None Jakarta tahun ini.

Namun, ia menekankan bahwa persoalan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat dari siapa yang terpilih sebagai Abang dan None Jakarta.

«“Persoalannya bukan semata-mata siapa yang terpilih, tetapi bagaimana marwah dan jati diri Betawi tetap dijaga,” ujarnya.»

Karena itu, Dailami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama penyelenggara melakukan evaluasi terhadap konsep dan mekanisme penyelenggaraan Abang None Jakarta.

Ia menyampaikan setidaknya terdapat tiga langkah yang perlu dilakukan.

Tulis Komentar

Komentar