Seputarpublik.com || JAKARTA -- Akhirnya, kesampaian juga keinginan saya melakukan perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta dengan bus berlantai ganda atau double decker. Di media sosial seperti Instagram dan TikTok, banyak cerita dan gambar yang menggambarkan kenyamanan perjalanan menggunakan bus mewah. Bahkan, ada bus dengan layanan yang sangat mewah dengan harga tiket yang disebut-sebut bisa melebihi tiket pesawat udara. Hal itu membuat saya semakin penasaran untuk mencoba.
Dalam beberapa perjalanan terakhir, saya lebih sering menggunakan kereta api karena dinilai lebih praktis dibandingkan pesawat udara. Salah satu pertimbangannya adalah jarak Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang cukup jauh dari pusat kota. Saat jam sibuk, perjalanan menggunakan taksi bisa memakan waktu hingga dua jam, sementara kereta bandara memiliki kapasitas terbatas dan kerap penuh.
Berbeda dengan bandara, Stasiun Tugu maupun Stasiun Lempuyangan berada di tengah Kota Yogyakarta. Lokasinya juga relatif dekat dengan sejumlah hotel, bahkan dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Namun, jika berbicara mengenai pengalaman perjalanan, pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta api terasa lebih terbatas dan cenderung monoton. Hal itu berbeda dengan perjalanan menggunakan bus bertingkat yang memberikan sudut pandang lebih luas.
Komentar