Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Dalihan Natolu Gelar Rapat koordinasi Bahas Langkah Majukan Kabupaten Palas

Ketua Dalihan Natolu Kabupaten Palas Sutan Dilangit Hasibuan (Syahrul Hasibuan) saat pimpin rapat koordinasi dengan pengurus. (And) Ketua Dalihan Natolu Kabupaten Palas Sutan Dilangit Hasibuan (Syahrul Hasibuan) saat pimpin rapat koordinasi dengan pengurus. (And)

Seputar Publik, Palas - Dalihan Natolu menggelar rapat koordinasi di Lopo Siti Hasibuan, Sabtu malam (24/05/2025). Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua Dalihan Natolu Kabupaten Palas Sutan Dilangit Hasibuan (Syahrul Hasibuan)

Rapat koordinasi dihadiri Bendahara Kholid Daulay, Baginda Hasayangan Lukman Hasibuan, Sutan Hamoraon (Mahluddin Nasution) dan Ketua Ikadi Kabupaten Palas, Muhammad Yusup, S.Pd.

Rapat koordinasi membahas tentang situasi Kamtibmas dan rencana selanjutnya langkah yang di ambil untuk ikut serta memajukan Kabupaten Palas. 

Ketua Dalihan Natolu Sahrul Hasibuan mengatakan dalihan natolu dari segi bahasa dapat diterjemahkan yaitu tungku yang berkaki tiga yang sangat membutuhkan keseimbangan yang mutlak. Jika satu dari ketiga kaki tersebut rusak, maka tungku tidak dapat digunakan.

"Inilah yang menjadi filosofi dari nenek moyang dan leluhur di Tapanuli dan Mandailing yang digunakan sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara atau kahanggi, dengan mora maupun boru. Perlu keseimbangan yang absolut dalam tatanan hidup antara tiga unsur," ucap Ketua Dalihan Natolu

Lanjut Ketua Dalihan Natolu, Kita hidup di zaman di mana semua orang bebas bersuara, tapi makin sedikit yang tahu bagaimana seharusnya berbicara. Di situ, Dalihan Na Tolu menjadi penting. Bukan karena ia bagian dari adat Batak, tapi karena ia menyimpan sistem relasi yang tahu menata tempat, peran, dan sikap. Ungkap Sahrun Hasibuan yang juga mantan wakil ketua DPRD Palas ini. 

Lanjutnya lagi, Dalihan na tolu menjadi kerangka hubungan tripartit yang meliputi hubungan-hubungan kerabat hubungan darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalam adat Tapanuli dan Mandailing, Dalihan Na Tolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga sikap yang menjadi dasar Bersama.

Ketua Dalihan Natolu berharap dengan adanya organisasi dalihan natolu, dapat menjadi perekat bagi keutuhan masyarakat, Selain itu dapat pula menjadi lokomotif dalam melestarikan budaya daerah yang santun dan berkearifan.

"Kedepan Dalihan Natolu akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten Palas untuk Kemajuan Kabupaten Padang Lawas," pungkasnya.

(AND)