Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Marulina Dewi, menambahkan, selain sebagai bentuk apresiasi, Benyamin S. Award diharapkan menjadi pijakan strategis untuk tata kelola perkotaan yang lebih baik dan berdaya saing global, dengan menjadikan kelurahan sebagai tempat perubahan nyata menuju Jakarta sebagai kota berkelas dunia.
“Pada 2025, telah diajukan sebanyak 27 kelurahan yang akan mengikuti seleksi dan penilaian Benyamin S. Award. Rangkaian penilaian akan dilakukan mulai bulan Juni hingga pemberian penghargaan pada 31 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Kota Sedunia,” ungkap Dewi.
Kategori penilaian Benyamin S. Award terdiri atas empat aspek, yaitu Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Juri Teknis dan Juri Ahli. Para juri berasal dari kementerian terkait, perangkat daerah Pemprov DKI Jakarta, tokoh masyarakat, serta pemerhati kota, lingkungan, dan kebudayaan.
“Kami berharap ke depannya Benyamin S. Award akan dirancang untuk berkembang menjadi penghargaan internasional yang dapat diikuti oleh kota-kota di kawasan regional Asia, dan kemudian oleh kota-kota dunia, seperti sister city Jakarta,” pungkasnya.
(*/hel)
Komentar