“Jadi, kita tidak hanya bergantung pada satu jalur, tetapi harus membangun konektivitas yang lebih resilient. Data Center yang tangguh menjadi fondasi bagi ekonomi digital yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Denny.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur digital tidak bisa dilihat hanya dari kepentingan satu sektor. Infrastruktur tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi nasional yang semakin bergantung pada teknologi digital.
Talenta Digital Jadi Faktor Penentu
Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur digital, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai juga semakin besar.
Hendra mengatakan, Indonesia memiliki modal demografi yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital.
“Indonesia adalah negara yang relatif muda, dengan lebih dari 72 persen penduduk berusia di bawah 48 tahun. Ini merupakan modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan talenta bagi industri digital,” katanya.
Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Komentar