Sebagai pelengkap, Randhy Nugroho, S.E., M.Sc. memberikan pemahaman mengenai aspek keuangan melalui materi “Memahami Laporan Keuangan dan Budget”. Peserta diajak belajar membuat proyeksi modal, menghitung biaya operasional, serta menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan harga jual yang kompetitif.
“Pengusaha muda perlu memahami angka. Keuangan bukan sekadar hitung-hitungan, tetapi alat untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas,” ujar Randhy.
Tidak berhenti pada teori, para siswi kembali dikumpulkan pada 17 September 2025 di Universitas YARSI untuk mempresentasikan Business Plan hasil kerja kelompok mereka. Rencana bisnis tersebut disusun berdasarkan materi yang telah mereka pelajari, lengkap dengan prototype produk yang siap dipasarkan.
Presentasi tersebut dinilai oleh tim Inkubator Momentum Universitas YARSI dan dilaksanakan bersamaan dengan bazaar kewirausahaan, di mana para siswi juga dapat berinteraksi dengan para tenant dan mempelajari praktik langsung dunia usaha.
Kepala Sekolah SMA Future Gate Putri Boarding, Ir. Saptawati, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting dalam membangun mental mandiri di kalangan pelajar.
“Bekal kewirausahaan sejak dini sangat penting. Apapun profesi mereka nanti, mindset wirausaha akan membuat siswa lebih tangguh dan solutif dalam menghadapi kehidupan,” ujarnya.
Melalui Entrepreneurial School Hub, FEB dan Inkubator Momentum Universitas YARSI berkomitmen untuk terus mencetak entrepreneur muda yang inovatif, kreatif, dan menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan. (Helm)
Komentar