FWK menilai kondisi ekonomi saat ini memerlukan langkah cepat pemerintah, terutama akibat dampak krisis minyak global dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berimbas pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Berdasarkan laporan anggota FWK di berbagai daerah, harga beberapa komoditas seperti minyak goreng, tahu, tempe, telur, dan bawang putih mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kurs rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (20/5/2026) juga tercatat berada di level Rp17.666,80.
Dalam diskusi tersebut, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun menilai pemerintah perlu mengidentifikasi komoditas yang rentan terdampak fluktuasi global, terutama bahan pangan yang memiliki kandungan impor tinggi seperti kedelai, bahan baku utama tahu dan tempe.
Menurutnya, APBN harus difungsikan sebagai “shock absorber” untuk melindungi daya beli masyarakat dari tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“Pemerintah perlu memberikan subsidi maupun bantuan sosial agar masyarakat, termasuk pelaku UMKM seperti perajin tahu dan tempe, tetap memiliki daya beli, sementara inflasi tetap terkendali,” ujar Hendry.
Komentar