FWK juga menyoroti kelangkaan minyak goreng Minyakita di sejumlah daerah. Jika tersedia di pasar, harga produk tersebut dilaporkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Di beberapa pasar di Pekanbaru, misalnya, harga Minyakita dilaporkan mencapai Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter.
Sementara itu, Koordinator Bidang Ekonomi FWK, Herry Sinamarata, menekankan pentingnya optimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Indonesia untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan mencegah gejolak harga akibat praktik spekulasi pasar.
“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan, langkah pemerintah menjaga stabilitas harga dan mengawasi dinamika pasar menjadi sangat penting agar masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.
Diskusi FWK turut dihadiri sejumlah tokoh pers, pimpinan redaksi media nasional, serta wartawan senior yang menaruh perhatian pada kondisi ekonomi nasional dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.(Red)*
Komentar