Seputar Publik / Berita

FWK Soroti Kelangkaan Solar di Sumatra, Klaim Daya Beli Masyarakat Dinilai Belum Stabil

Diskusi Kebangsaan FWK menilai gangguan distribusi BBM subsidi hingga naiknya harga kebutuhan pokok menjadi sinyal sektor riil nasional masih membutuhkan perhatian serius pemerintah
Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti kelangkaan solar dan distribusi BBM subsidi di sejumlah wilayah Sumatra yang dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi rakyat dan daya beli masyarakat. Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti kelangkaan solar dan distribusi BBM subsidi di sejumlah wilayah Sumatra yang dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi rakyat dan daya beli masyarakat.

Pemerintah baru saja merilis data Biro Pusat Statistik (BPS) terbaru. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama (Q1) 2026 sebesar 5,61% secara tahunan. Didukung data inflasi, cadangan devisa yang terkendali, pemerintah mengklaim fundamental ekonomi kuat dan daya beli masyarakat terjaga.

Presiden Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet, di antaranya mengangkat Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Menyikapi perkembangan ini, FWK mengingatkan pemerintah jangan cepat berpuas diri karena tantangan ke depan sangat berat, apalagi tekanan ketidakpastian ekonomi global bertambah berat terhadap ekonomi Indonesia. Krisis energi global diperkirakan masih akan berlangsung relatif lama. Itu artinya, Indonesia berpotensi menghadapi risiko “imported inflation” dan fluktuasi kurs Rupiah. “Ini pekerjaan rumah berat pemerintahan Prabowo-Gibran,”ujar Hendry Bangun.

Dia menekankan, selain mengupayakan stabilitas kurs Rupiah, ketahanan fiskal mendorong pertumbuhan ekonomi, pekerjaaan rumah mendesak perlu membenahi sektor riil agar daya beli rakyat terjaga.

“FWK mendorong pemerintah perlu menambah alokasi anggaran untuk kesejahteraan rakyat. Sudah diperlukan adanya jaring pengaman sosial, seperti BLT seperti di era pemerintahan SBY dulu. Intinya, bagaimana rakyat punya uang belanja kebutuhan sehari-hari,”ujar Hendry Bangun sambil menyebut Kepala KSP yang baru, Dudung Abdurachman harus aktif mengontrol pelaksanaan program-program pemerintah.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menambahkan, salah satu masalah dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah implementasi di lapangan. Banyak program pemerintah yang bagus dan berpihak kepada rakyat, tapi sayangnya tidak sampai ke rakyat. Belakangan, pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengakui adanya dugaan korupsi melalui praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jika betul, ini persoalan serius bagi pelaksanaan MBG.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar