Ia mengatakan sejumlah persoalan yang sempat menjadi perhatian publik, seperti mekanisme pelaksanaan program, pengawasan kualitas makanan, hingga aspek tata kelola administrasi dan pengadaan, perlu dievaluasi secara komprehensif.
Menurut Agus, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
"Program MBG adalah program yang sangat baik dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, terbuka terhadap masukan, serta mengedepankan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi," katanya.
Selain itu, Gema Kosgoro juga mendorong adanya penguatan sistem pengawasan dan audit terhadap seluruh proses pelaksanaan program, termasuk aspek pengadaan, distribusi, dan standar keamanan pangan.
Agus menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menggunakan anggaran negara dan menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
"Evaluasi menyeluruh diperlukan agar seluruh proses berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Dengan demikian, tujuan utama program untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal," ujarnya.
Gema Kosgoro berharap pergantian pimpinan di BGN dapat menjadi awal penguatan kelembagaan sekaligus mempercepat penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis agar semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Pergantian tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (Red)*
Komentar