Seputar Publik / Teknologi

GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 Dorong Resiliensi Bencana dari Konsep Menuju Aksi Nyata

BNPB mendorong integrasi kebijakan, pendanaan, teknologi, dan kolaborasi agar ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana dapat diwujudkan secara terukur.
Pembukaan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) dan ADEXCO 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026), yang mendorong penguatan resiliensi dari konsep dan kebijakan menuju aksi nyata. Pembukaan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) dan ADEXCO 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026), yang mendorong penguatan resiliensi dari konsep dan kebijakan menuju aksi nyata.

Raditya mengatakan peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan teknologi dan solusi dalam pengelolaan risiko bencana.

Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir.

“Kita harus ingat bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir dari segalanya,” ujarnya.

Menurut Raditya, teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem yang mencakup kapasitas manusia, kelembagaan, kebijakan, pendanaan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Melalui GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026, BNPB mengajak berbagai pemangku kepentingan memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas jejaring sekaligus menghasilkan inisiatif konkret.

Raditya mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, peneliti dan praktisi, serta pengetahuan internasional dan pengalaman lokal.

“Mari kita perkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, antara peneliti dan praktisi, serta antara pengetahuan internasional dan pengalaman lokal,” katanya.

Pembukaan GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Bappenas, Wakil Menteri Luar Negeri, Duta Besar Rusia, perwakilan Komisi VIII DPR RI, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta perwakilan sejumlah kedutaan besar dan mitra penanggulangan bencana.

ADEXCO 2026 dan GFSR 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”.

Rangkaian Engineering Week 2026 tersebut juga menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, serta GIFA dan METEC Indonesia.

Melalui penyatuan forum kebijakan, teknologi, industri, dan kolaborasi lintas sektor, penyelenggaraan GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 diarahkan untuk memperkuat upaya memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian.

“Mari kita gunakan wadah ini untuk menyegarkan kembali komitmen kolektif kita, menyelaraskan upaya kita, dan mengubah pengetahuan serta inovasi menjadi tindakan nyata,” ujar Raditya.(*/hel)

Tulis Komentar

Komentar