Febrian menekankan bahwa resiliensi seharusnya tidak ditempatkan sebagai agenda tambahan dalam pembangunan. Sebaliknya, ketangguhan perlu menjadi bagian dari kualitas pembangunan itu sendiri.
“Kita harus mengubah cara kita merencanakan, berinvestasi, membangun, dan mengukur kemajuan,” ujarnya.
Menurut Febrian, upaya tersebut pada akhirnya perlu diwujudkan di tingkat lokal karena ketangguhan masyarakat turut dibangun melalui keputusan yang dibuat di lapangan.
Mulai dari perencanaan pembangunan sekolah dan jalan, perlindungan sungai, hingga memperhitungkan risiko iklim di masa depan, seluruhnya menjadi bagian dari upaya membangun resiliensi.
GFSR ke-3 Fokus pada Implementasi
GFSR menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam bertukar pengalaman dan merumuskan gagasan mengenai resiliensi berkelanjutan.
Forum pertama menjadi fondasi pengembangan agenda resiliensi berkelanjutan, sedangkan forum kedua memperdalam dialog regional. Penyelenggaraan GFSR ke-3 diarahkan untuk membawa agenda tersebut menuju tahap implementasi.
Komentar