“Ini bukanlah tantangan abstrak. Ini adalah tantangan yang menentukan apakah kebijakan resiliensi benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Raditya.
Menurutnya, GFSR ke-3 juga menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan kemajuan, mengidentifikasi kesenjangan yang masih ada, serta menerjemahkan pengalaman selama dua dekade terakhir menjadi strategi yang dapat diterapkan untuk membangun generasi ketangguhan berikutnya.
ADEXCO 2026 Pamerkan Teknologi Kebencanaan
Bersamaan dengan GFSR ke-3, ADEXCO 2026 menghadirkan perspektif industri melalui pameran dan konferensi yang berfokus pada manajemen bencana dan perlindungan sipil di Asia.
Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, industri, pengembang teknologi, praktisi, akademisi, masyarakat sipil, serta mitra internasional.
Berbagai solusi ditampilkan untuk mendukung siklus manajemen bencana, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan.
Tahun ini, ADEXCO diikuti 152 perusahaan dari sembilan negara.
Komentar