BSSN mendorong pembentukan CSIRT di seluruh daerah, pembangunan Security Operation Center (SOC), serta inovasi generasi dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini, menurut Sulistyo, akan memperkuat deteksi dan respons terhadap kejadian siber.
Sekretaris Gov-CSIRT BSSN menambahkan bahwa kesadaran masyarakat perlu diperkuat untuk menghilangkan kesalahpahaman, seperti anggapan bahwa keamanan data bukanlah prioritas atau hanya tugas tim IT. Saat ini Gov-CSIRT menaungi 352 TTIS (94 pusat, 34 provinsi, 224 kabupaten/kota) yang bertugas mencegah, menangani, dan memulihkan kejadian siber pada sektor administrasi pemerintahan.
Melalui forum ini, Kemenko Polkam berharap terciptanya sinergi kuat antar pemangku kepentingan, sehingga ekosistem keamanan siber nasional semakin tangguh dan mampu mempertahankan ekosistem digital Indonesia. ***
Komentar