Seputar Publik / Berita

Hadapi Ancaman Siber, Kemenko Polkam Tegaskan Literasi Digital Harus Jadi Budaya Nasional

“Perkembangan teknologi digital membawa manfaat luar biasa, namun juga risiko besar seperti serangan siber, kebocoran data pribadi, dan sabotase infrastruktur vital. Data dan informasi kini menjadi aset strategi, sehingga literasi digital berbasis keamanan siber harus menjadi budaya bersama,” ujar Eko.

Eko menambahkan, Bali dipilih sebagai lokasi forum bukan tanpa alasan. Sebagai pusat konektivitas global dan pariwisata dunia, Bali memiliki posisi strategis sekaligus ekosistem keamanan siber yang terus berkembang dengan hadirnya Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

BSSN: Ancaman Siber Semakin Menyasar Sektor Kritis

Sementara itu, Dr. Sulistyo, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, menegaskan bahwa lanskap ancaman siber Indonesia terus berkembang pesat. Serangan malware, ransomware, hingga Advanced Persistent Threat (APT) kini semakin menyasar sektor penting pemerintahan dan layanan publik.

Tulis Komentar

Komentar