Beranda
Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Gelar Ekspedisi Safari Ramadan, Perkuat Konsolidasi Nasional dan Integritas Karyawan

PTPN III (Persero) bersama PTPN IV PalmCo menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan menanamkan nilai integritas kepada insan perusahaan melalui rangkaian Safari Ramadan di tujuh provinsi
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN III (Persero) dan PTPN IV PalmCo menggelar Ekspedisi Safari Ramadan di tujuh provinsi sebagai momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat integritas, sinergi, dan kinerja perusahaan. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN III (Persero) dan PTPN IV PalmCo menggelar Ekspedisi Safari Ramadan di tujuh provinsi sebagai momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat integritas, sinergi, dan kinerja perusahaan.

Seputarpublik.com, MEDAN – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan Nusantara bersama PTPN IV PalmCo menggelar agenda konsolidasi nasional bertajuk Ekspedisi Safari Ramadan yang menjangkau tujuh provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas kepada seluruh insan perusahaan di berbagai wilayah operasional.

Ekspedisi perdana dimulai di Jambi pada Kamis (26/2/2026) dan dilanjutkan secara maraton ke sejumlah kota, antara lain Medan, Pontianak, Lampung, dan Pekanbaru. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir secara paralel di Medan dan DJABA pada 13 Maret 2026.

Integritas Jadi Fondasi Kinerja Perusahaan

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang membuka langsung kegiatan di Jambi menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam mencapai kinerja korporasi yang berkelanjutan.

Mengangkat tema “Makna dari Setiap Langkah Kita”, ia menekankan bahwa produktivitas dan pencapaian target perusahaan harus dilandasi kejujuran serta etos kerja yang bernilai ibadah.

“Setiap hari kita menghabiskan setidaknya delapan jam untuk bekerja. Jika waktu tersebut dimanfaatkan dengan baik dan diniatkan sebagai ibadah, maka karyawan mendapatkan tambahan delapan jam ibadah setiap harinya. Namun hal itu memiliki syarat mutlak, yaitu integritas,” ujar Jatmiko di hadapan ratusan karyawan dan jajaran manajemen.

Ia juga mengingatkan jajaran manajerial hingga level asisten di kebun untuk tidak berkompromi terhadap kejujuran, khususnya dalam pelaporan data produksi. Menurutnya, niat ibadah dalam bekerja akan gugur apabila terdapat manipulasi data demi menghindari teguran atasan.

Dorong Produktivitas, Efisiensi, dan Kecepatan Eksekusi

Dalam arahannya, Jatmiko turut menyinggung keberhasilan salah satu regional yang mampu mencatatkan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) per hektare melampaui capaian regional unggul pada tahun sebelumnya, serta membukukan laba mendekati setengah triliun rupiah pada tahun lalu.

Meski memberikan apresiasi atas capaian tersebut, ia menantang seluruh regional untuk meningkatkan kinerja hingga mampu mencapai laba triliunan rupiah.

Untuk mewujudkan target tersebut, Jatmiko menekankan tiga prinsip utama dalam pengelolaan bisnis perusahaan, yaitu:

1. Produktivitas yang bernilai, yang mampu menghasilkan keuntungan nyata bagi perusahaan.

2. Efisiensi biaya yang terukur, dengan memastikan setiap pengeluaran memberikan dampak nyata terhadap hasil yang dicapai.

3. Kecepatan eksekusi dengan arah yang jelas, sehingga setiap langkah perusahaan tetap terukur dan tidak tergesa-gesa.

“Setiap rupiah yang dikeluarkan perusahaan harus dipertimbangkan dampaknya secara matang. Jangan sampai kita hanya fokus pada pengeluaran, tanpa memikirkan bagaimana biaya tersebut menghasilkan nilai nyata,” tegasnya.

Perkuat Sinergi Perusahaan di Seluruh Wilayah

Menutup arahannya, Jatmiko mengingatkan bahwa tantangan terbesar perusahaan bukan hanya meraih prestasi, tetapi juga menjaga konsistensi (istiqomah) dalam mempertahankan kinerja positif.

Melalui rangkaian Ekspedisi Safari Ramadan di tujuh provinsi ini, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) bersama PTPN IV PalmCo berharap konsolidasi internal semakin solid.

Penyatuan langkah dari wilayah Sumatera, Jawa hingga Kalimantan diharapkan mampu menjaga laju pertumbuhan positif sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri perkebunan kelapa sawit nasional.(Adv)*