Masyarakat juga diingatkan agar tidak sembarangan membuka tautan maupun konten yang berasal dari sumber tidak jelas. Pesan, tautan, atau informasi mencurigakan yang tidak diperlukan sebaiknya dihapus untuk mengurangi risiko terjadinya kejahatan siber.
Selain itu, masyarakat diminta tidak memberikan akun maupun kata sandi kepada orang lain.
“Jangan sembarangan memberikan akun dan password. Karena kalau sudah menyerahkan itu, identitas kita menjadi terancam,” tegasnya.
Orang Tua Diminta Dampingi Anak Saat Berinternet
Menurut Hadi, ancaman di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan pencurian data. Anak-anak yang aktif menggunakan internet juga menghadapi berbagai risiko, antara lain cyberbullying, penipuan daring, hingga paparan konten berbahaya dan kekerasan.
Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak ketika menggunakan perangkat digital dan mengakses internet.
“Anak yang sudah mengakses internet harus mendapat perhatian orang tua. Jangan sampai mereka menjadi korban perundungan, penipuan online, maupun terpapar konten berbahaya,” ujarnya.
Komentar