Menurut Hadi, pengawasan bukan berarti melarang anak menggunakan internet sepenuhnya. Orang tua perlu memberikan pendampingan sekaligus menerapkan batasan penggunaan internet secara bijak.
Pendampingan tersebut juga diperlukan agar anak tidak mudah meniru perilaku atau mengikuti konten negatif yang ditemuinya melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi di Media Sosial
Hadi turut mengingatkan masyarakat Jakarta Barat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa dan diverifikasi terlebih dahulu melalui sumber yang terpercaya.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko masyarakat menjadi korban disinformasi maupun berbagai modus kejahatan digital.
Ia berharap edukasi keamanan siber yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat kemampuan keluarga dalam mengenali, mencegah, dan menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.
“Yang penting kita selalu waspada, jangan mudah terpengaruh, dan selalu mengecek apakah sumber informasi tersebut terpercaya atau tidak,” pungkas Hadi.(*/hel)
Komentar