Seputar Publik / Berita

Ini Fakta Menarik tentang SATRIA-1, Satelit Terbesar di Asia Milik Indonesia

Ilustrasi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) Ilustrasi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1)

Satelit dengan empat pendorong listrik tersebut memiliki teknologi pemrosesan digital terbaru.

Diluncurkan oleh SpaceX

Fakta unik lainnya tentang SATRIA-1 adalah, satelit ini akan diluncurkan oleh SpaceX yang merupakan perusahaan antariksa yang dimiliki pebisnis Elon Musk.

Satelit yang disiapkan sejak 3 Mei 2019 itu akan meluncur menggunakan roket Falcon 9 di Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat.

Nantinya SATRIA-1 akan menempati orbit Di 146 Bujur Timur (BT) dan apabila berhasil mengorbit nantinya SATRIA-1 akan memiliki masa guna minimal 15 tahun.

Selain SpaceX, beragam perusahaan internasional lainnya yang terlibat dalam proyek ini di antaranya Thales Alenia Space (TAS) yang merakit SATRIA-1.

The North West China Research Institute of Electronic Equipment (NWIEE) dan Kratos yang bertanggung jawab pada operasional 11 stasiun bumi untuk memantau dan mengontrol SATRIA-1.

Hadirkan internet di banyak fasilitas umum

Nantinya beberapa fasilitas umum seperti kantor desa, kantor kelurahan, kantor kecamatan, sekolah, rumah sakit, puskesmas, serta layanan keamanan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh internet akan terlayani berkat SATRIA-1.

Internet yang dihadirkan akan menyentuh 150.000 titik di wilayah 3T dengan harapan bisa memberikan kesetaraan infrastruktur digital. (*/red)

Tulis Komentar

Komentar