Seputarpublik.com, Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan keterbukaan data menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC) di daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Penanggulangan TBC di Aula Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah pusat, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun.
“Bapak Presiden memberikan atensi khusus… tiga tahun ini harus sudah tuntas,” ujarnya.
Sejalan dengan target tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya pendekatan aktif di lapangan, khususnya melalui deteksi dini terhadap masyarakat yang berpotensi terpapar. Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menangani TBC. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keterbukaan data merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.
“Tidak usah takut untuk memaparkan data yang sesungguhnya… tidak perlu ada data yang disembunyikan,” tegasnya.
Komentar