Di tingkat daerah, sejumlah Kejaksaan Negeri dan Tinggi menunjukkan kinerja yang signifikan, seperti Kejati NTT dengan 77 kasus tindak pidana korupsi atau Kejati Bali dengan 41 perkara. Angka-angka tersebut menunjukkan keseriusan, namun juga mengingatkan bahwa integritas merupakan syarat mutlak agar pemberantasan korupsi memiliki makna yang nyata bagi masyarakat.
Penutup
Di zaman di mana informasi terbuka, masyarakat tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga cara pencapaiannya. Pegawai Negeri Sipil di Kejaksaan yang memiliki integritas bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai moral bangsa. Tanpa adanya integritas, sistem hukum akan kehilangan esensi keadilan; sebaliknya, dengan integritas, Kejaksaan menjadi pilar kepercayaan publik.
Oleh karena itu, integritas bukan hanya sekadar kata-kata kosong. Ia berfungsi sebagai panduan moral yang menentukan arah Kejaksaan dalam melaksanakan hukum dan juga dalam membangun sebuah peradaban yang adil dan bermartabat
Referensi
Diandra, Z. (2025, July 30). Kepercayaan Publik Atas Kinerja Kejaksaán pada 2025 Menurun. GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/keperca yaan-publik-atas-kineria-kejaksaan- pada-2025-menurun-5Xv97
Simanjuntak, R. A. (2025, May 27). Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan Capai 76%. SINDOnews. https://nasional.sindonews.com/read/157 2719/13/survei-indikator-tingkat- kepercayaan-publik-terhadap- kejaksaán-capai-76-1748340311
Sustain Indonesia. (2025, July 22). Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2025: Pentingnya Integritas untuk Meningkátkan Kepercayaan Publik. https://sustain.id/2025/07/22/hari-bhakti- adhyaksa-tahun-2025-pentingnya- integritas-untuk-meningkatkan- kepercayaan-publik
Kejaksaan Republik Indonesia. (2025). Laporan Kinerja Semester I Tahun 2025. https://kejaksaan.go.id
Oleh: Tim Peserta Diklat PKA III Kelas 3 Badiklat Kejaksaan bekerja sama dengan LAN RI
Komentar