Eddy mengatakan forum sebelumnya direncanakan berlangsung di Ambon. Namun, karena belum adanya kesediaan Universitas Pattimura sebagai lokasi penyelenggaraan, pihaknya mempertimbangkan Jakarta atau Bogor sebagai alternatif.
“Kami mencoba membangkitkan kembali forum itu. Rencananya pada November akan ada forum internasional dan kami ingin mempertemukan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan sagu,” katanya.
Hilirisasi Menunggu Langkah Konkret
Kunjungan investor tersebut menunjukkan potensi sagu SBT mulai dilihat sebagai komoditas yang dapat dikembangkan menjadi industri bernilai tambah.
Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan langkah konkret, antara lain pembaruan data potensi sagu, perhitungan ketersediaan bahan baku, kajian lingkungan, penyesuaian kapasitas industri, serta pemenuhan seluruh perizinan sesuai ketentuan.
Jika tahapan tersebut dapat diselesaikan secara transparan dan terukur, hilirisasi sagu berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di SBT.
Harapannya, sagu yang selama ini tumbuh melimpah di SBT tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.(/Red)*
Komentar