Eddy menyebut hasil peninjauan menemukan potensi sagu di lapangan yang menurutnya lebih besar dibandingkan data yang sebelumnya diterima investor.
“Data yang diberikan kepada kami ternyata sangat berbeda dengan fakta lapangan. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak potensi sagu yang belum atau tidak sempat didata,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus menunjukkan pentingnya pembaruan data potensi sagu untuk menghitung ketersediaan bahan baku dan menentukan kapasitas industri secara tepat.
PT Permata Lintas Nusabangsa, kata Eddy, tidak hanya ingin mengambil atau menjual bahan mentah sagu. Perusahaan berencana membawa teknologi pengolahan untuk menghasilkan berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Tidak ada barang sisa dari sagu. Semuanya harus memiliki makna dan nilai jual. Kami akan membawa teknologi yang nantinya menjadi fasilitas untuk memberikan nilai tambah pada pabrik sagu dan memproses berbagai produk turunannya,” jelas Eddy.
Hilirisasi Sagu Diharapkan Buka Lapangan Kerja
Eddy juga menilai sagu dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.
Komentar