Seputar Publik / Berita

ISTAF Bebaskan 7 Pemain Timnas Thailand dari Sanksi Disiplin, Masa Depan Sepak Takraw Negeri Gajah Putih Tetap Cerah

Komite Disiplin ISTAF hanya memberikan peringatan resmi kepada tujuh pemain Thailand terkait insiden Final Sepaktakraw World Cup 2026, sementara proses disiplin terhadap Regu Ketiga dan sejumlah ofisial masih berlanjut.
Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Abdul Halim Kader, ISTAF memutuskan tujuh pemain Timnas Sepak Takraw Thailand bebas dari proses disiplin terkait insiden Final World Cup 2026. Federasi menegaskan Thailand tetap menjadi salah satu pilar utama perkembangan sepak takraw dunia. Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Abdul Halim Kader, ISTAF memutuskan tujuh pemain Timnas Sepak Takraw Thailand bebas dari proses disiplin terkait insiden Final World Cup 2026. Federasi menegaskan Thailand tetap menjadi salah satu pilar utama perkembangan sepak takraw dunia.

Proses tersebut bertujuan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh dan menentukan pihak yang bertanggung jawab melalui mekanisme yang independen, objektif, dan tidak memihak.

Thailand Tetap Diakui Sebagai Kekuatan Besar Sepak Takraw Dunia

ISTAF juga menegaskan bahwa insiden yang terjadi pada Final Sepaktakraw World Cup 2026 tidak boleh mengurangi reputasi Thailand sebagai salah satu negara paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan olahraga sepak takraw dunia.

Menurut ISTAF, Thailand telah memberikan kontribusi besar selama beberapa dekade melalui atlet, pelatih, dan ofisial yang berperan penting dalam meningkatkan standar permainan sepak takraw internasional sekaligus menginspirasi banyak negara untuk mengembangkan olahraga tersebut.

Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Abdul Halim Kader, menegaskan bahwa satu insiden tidak dapat menjadi tolok ukur masa depan sebuah negara yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan olahraga ini.

> "Thailand adalah negara besar dalam dunia sepak takraw dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar sepak takraw dunia. Satu insiden yang tidak diharapkan tidak akan menentukan masa depan negara yang telah memberikan begitu banyak kontribusi bagi olahraga ini," ujar Datuk Abdul Halim Kader.

Ia menambahkan, ISTAF percaya pada pentingnya penegakan disiplin ketika diperlukan, namun tetap menjunjung tinggi nilai edukasi, pembinaan, rehabilitasi, dan kesempatan kedua bagi para atlet.

> "Kami yakin Thailand akan bangkit lebih kuat dari pengalaman ini dan terus menginspirasi dunia melalui semangat, keunggulan, dan komitmennya terhadap olahraga sepak takraw," katanya.

ISTAF menegaskan akan terus menjaga integritas olahraga sepak takraw dunia dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan, penghormatan terhadap seluruh pihak yang terlibat, serta proses hukum organisasi yang transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar