Dia mengatakan, keberadaan ikan sapu-sapu merusak tanggul lingkungan. Sehingga berdampak pada kelestarian ekosistem perairan lokal.
"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita," ucap Pramono.
Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan permasalahan ikan sapu-sapu sebenarnya bukan hal yang baru. Dia menyebut, sebelumnya masalah itu sudah pernah terselesaikan di Sungai Ciliwung. Namun, populasinya berkembang pesat.
Setelah pembersihan dan penangkapan, nantinya ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.
"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," pungkasnya.
(*)
Komentar