Himbauan bagi warga tetap waspada dan tidak panik serta tak bepergian dari rumah masing-masing untuk menjaga keamanan tempat tinggal masing-masing.
Hoax kedua, ada voice note yang menyebut bakal ada pergeseran lempeng mengarah ke Waduk Cirata. Voice note ini mengatasnamakan prediksi BMKG. Padahal gempa tidak bisa diprediksi.
Hoax ketiga, ada kabar burung soal adanya kesurupan massal di sejumlah wilayah di kaki gunung gede yang mengatas namakan nama leluhur gunung tersebut (eyang Surya kencana) dan cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede yang mengakibatkan gempa di Kampung Singa Barong dan Kampung Sarongge, Kabupaten Cianjur.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kabar-kabar tersebut. Berikut adalah klarifikasi BMKG:
1. Berita tersebut tidak benar dan BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut
2. Berita itu hanya hoax/isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas
3. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi
4. Informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status Level 1 (Normal).
Komentar